Boarding school adalah sistem sekolah berasrama, dimana peserta didik dan juga para guru serta pengelola sekolah tinggal di asrama dalam lingkungan sekolah dan dalam kurun waktu tertentu. Ini artinya siswa sekolah boarding berbeda dengan siswa di sekolah umum yang jam pulangnya sudah ditentukan dan tidak tinggal di lingkungan sekolah atau asrama. Global Islamic Boarding School (GIBS) adalah salah satu sekolah boarding yang kegiatan belajar-mengajar dan kegiatan asrama dilaksanakan selama satu bulan dengan check out time atau jatah perpulangan bagi siswa selama 3 – 5 hari pada setiap akhir bulan.

Sistem boarding di GIBS tidak memungkinkan siswa untuk keluar dari lingkungan sekolah, kecuali ketika check out time tiba atau dikarenakan ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan diluar sekolah dengan terlebih dahulu mendapatkan izin dari pihak sekolah dan didampingi oleh guru pendamping atau assatidz. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya hal yang tidak diinginkan terjadi pada siswa GIBS.

Nah, bagaimana jika siswa GIBS ingin mendapatkan pelajaran tambahan atau bimbingan belajar karena siswa merasa nilai mereka kurang bagus atau siswa merasa kurangnya pemah aman mereka terhadap pelajaran tertentu ketika di kelas ditambah keinginan mereka ingin belajar lebih lagi?

Siswa yang bersekolah di sekolah umum mungkin akan les private atau belajar lagi di tempat bimbingan belajar. Demi keamanan siswa GIBS, maka pihak sekolah tidak mengizinkan siswa yang ingin belajar tambahan di luar lingkungan sekolah. Solusinya, GIBS menjadi fasilitator bagi siswa yang memerlukan belajar tambahan melalui Departemen Special Education Service (SES) yang memang difokuskan untuk kebutuhan belajar siswa yang perlu bantuan belajar. Fokus Departemen SES adalah memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin belajar lebih terhadap mata pelajaran tertentu yang dirasa perlu untuk lebih ditingkatkan atau dikembangkan lagi, baik sebagai pemantapan maupun expert dalam pelajaran tertentu.

Selain itu,SES juga dibentuk sebagai bentuk tanggung jawab sekolah terhadap orang tua yang sudah memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah untuk pendidikan anak mereka. Jika ada siswa yang memang dirasa perlu untuk mendapatkan pelajaran lebih untuk meningkatkan lagi pemahaman siswa dan berdasarkan rekomendasi dari guru yang bersangkutan, DepartemenSES akan mewajibkan siswa tersebut untuk mengikuti bimbingan belajar tambahan tersebut. Hal ini dilakukan bukan dengan maksud memaksa siswa untuk belajar, melainkan sebagai upaya tanggung jawab sekolah terhadap siswa dan orang tua terhadap pendidikan mereka terutama di bidang akademik.

Diharapkan dengan tambahan belajar yang diikuti oleh siswa GIBS dapat membantu mereka lebih paham terhadap pelajaran dan dapat meningkatkan akademik mereka. Orang tua juga tidak perlu khawatir mengenai biaya bimbingan belajar tambahan karena pihak sekolah bertanggung jawab secara penuh mengenai hal ini, terkecuali untuk beberapa kondisi yang memang tidak termasuk dalam Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) departemen SES. (DESNA)