News of Himmah Program

Our Latest News of Himmah Program 2018

Bermain di alam

Bermain di alam

Bukan hal yang baru apabila kita melihat generasi millenial (anak zaman sekarang) sibuk dengan gadgetnya masing-masing (Laptop, HP, music player dll.). Meskipun benda-benda tersebut pada dasarnya diciptakan untuk hal yang baik, akan tetapi, sebagaimana sebuah pisau, tergantung penggunanya ingin memakainya untuk apa. Kenyataan yang kita lihat, penggunaan gadget oleh anak- zaman sekarang, lebih ke arah sesuatu yang menyenangkan mereka yang kebanyakannya tidak memberikan pelajaran apa-apa. Dengan HP nya, mereka sibuk dengan sosial media dan games dengan berbagaimacam  jenis dan namanya.

Sayangnya, entah sudah berapa banyak nasehat dari guru dan orang tua agar mereka menggunakannya untuk hal yang lebih positif, mengurangi bermain HP dan lain sebagainya, hanya berakhir seperti ungkapan masuk telinga kanan kemudian keluar dari telinga kiri. Bahkan kebanyakan mereka sudah kebal dengan nasehat dan hukuman yang menjadi tindak lanjut dari nasehat tersebut. Sudah berbagai macam upaya dilakukan oleh orang tua dan guru mulai dari menasehati secara lemah lembuh, marah-marah sampai memberikan hukuman, tetap tidak mempan terhadap mereka. Oleh karena itu, mungkin perlu sesuatu dari hanya sekedar nasehat dan marahan saja.

Sibuk dengan gadget membuat anak-anak sedikit bergerak, kurang interaksi, dan kehilangan kesempatan untuk memiliki pengalaman yang real. Hal-hal tersebut pada waktunya memiliki kemungkinan bisa untuk menimbulkan masalah pada mereka. Maka dari itu, salah satu cara yang bisa kita lakukan yaitu membuat mereka bergerak. Salah satunya bisa dengan berolah raga, tapi sepertinya perlu lebih dari sekedar berolah raga.

Pada Himmah program hari ke-4, para siswa baru diajak melakukan jogging bersama-sama ke luar lingkungan sekolah. Rutenya adalah dari GIBS menuju jembatan barito yang jaraknya lebih kurang 4 KM dan menempuh waktu sekitar satu jam. Disini mereka tidak hanya melakukan hal yang bersifat fisik, tetapi juga sambil menikmati alam. Hamparan sawah dan pepohonan di sepanjang jalan merupakan hal yang cukup menarik untuk diperhatikan. Terutama melihat kehidupan masyarakat di sepanjang jalan dan membandingkannya dengan kehidupan mereka sehingga diharapkan tumbuh dalam hati mereka rasa ingin berkontribusi pada lingkungan.

Sesampainya di jembatan barito, mereka kembali disuguhkan dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata. Sebuah jembatan besar sepanjang 1 KM bertiangkan baja dicat warna kuning adalah hal yang cukup menarik untuk diamati. Ditambah dengan sebuah sungai besar dan sebuah pulau tempat satwa khas kal-sel, bekantan, tinggal serta angin sepoy-sepoy menambah indah suasana.

Setelah beristirahat selama 10 menit, anak-anak kembali dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan kaka mentornya masing-masing. Di tempat ini, mereka akan bermain berbagai macam game menarik seperti: lompat koran, gerobak sodor, perang pistol air dan lain sebagainya. Gam-game tersebut ditempatkan di pos-pos tertentu; jadi mereka akan berkeliling lingkungan sekitar untuk mendatangi pos-pos tersebut.

Udara yang cukup panas tidak menurunkan semangat mereka untuk merngikuti game-game tersebut. Para kaka-mentor juga sangat antusias untuk menemani para siswa baru. Acara selesai sekitar pukul 11.45 yang ditutup dengan bersama-sama membersihkan lingkungan tempat wisata bawah jembatan barito dari sampah. Hal ini selalu dilakukan dalam berbagai kegiatan selama HIMMAH untuk membiasakan mereka tidak membiarkan sampah yang tergeletak di tempat yang tidak seharusnya. Anak-anak kembali ke GIBS menggunakan mini bus dengan beberapa kali penjemputan. Karena waktu sudah mendekati waltu juhur, mereka langsung menuju mesjid untuk bersama-sama melaksanakan sholat juhur kemudian mengambil makan siang dan beristirahat.