News of Himmah Program

Our Latest News of Himmah Program 2018

Mengenal perbedaan di antara kita

Mengenal perbedaan di antara kita

Hari ke-dua Himmah program, para siswa bangun, sebagian dibangunkan ustadz, sebelum adzan Subuh. Mereka mulai membiasakan diri untuk melakukan sholat tahajud sebelum berangkat ke mesjid. Hampir seluruh siswa sudah mandi dan memakai seragam sekolah ketika berangkat ke mesjid untuk melakukan sholat subuh berjamaah. Hal ini dilakukan agar mereka terbiasa melakukan segala sesuatu lebih awal, sehingga mereka tidak terburu-buru dipagi hari yang menyebabkan energi habis saat berada di dalam kelas. Setelah sholat subuh, para siswa melakukan tahsin al-Quran bersama-sama. Mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan kemampuan membaca al-qur’an. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang ustadz yang akan membimbing bacaan al-Qur’an para siswa. Para ustadz sudah memfokuskan pada kebutuhan masing-masing anak dalam hal membaca al-Qur’an, karena tujuan pengelompokkan agar dapat menyempurnakan bacaan mereka sesuai kebutuhannya masing-masing.

Semua siswa berangkat siswa dengan penuh semangat setelah sarapan pagi. Pada hari ini mereka menggunakan baju bebas-pantas, dikarenakan pada siang harinya akan ada kegiatan sport day. Adapun di pagi hari, mereka akan mengikuti sebuah sesi yang sangat menarik tentang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Hal ini sangat penting diketahui, dikarenakan GIBS merupakan sekolah yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah inklusif. Lebih lagi, di GIBS, sudah ada satu orang siswa yang memiliki kebutuhan khusus.

Difasilitasi oleh dua orang Guru BK (Bimbingan Konseling) dan satu orang Guru pembimbing ABK sesi dimulai tepat pukul 7.30. Mula-mula para fasilitator memperkenalkan seorang anak ABK kepada siswa yang lain. Sebagai refreshing sebelum penjelasan dari pemateri, anak-anak disuguhkan sebuah film motifasi tentang ABK. Dimana seorang ABK, dengan dukungan keluarga dan lingkungannya, dapat melampaui ke’spesial”annya sehingga mampu menamatkan sekolah hingga perguruan tinggi bahkan menjadi seorang profesor.

Sehabis pemutaran film, para fasilitator menjelaskan tentang apa itu ABK, jenis-jenisnya, cara khusus untuk berinteraksi dan segala hal yang berhubungan dengan ABK. Dengan menyadari itu semua, diharapkan mereka bisa lebih menghargai sesama, tidak merendahkan orang lain, serta sadar untuk memanfaatkan potensi yang ada pada diri masing-masing. Sesi itu diakhiri dengan refleksi bersama yang difasilitasi oleh pemateri dan dibantu oleh kaka mentor masing-masing grup.

Mereka mendiskusikan pandangan mereka tentang ABK, dengan menjawab beberapa pertanyaan yang bersifat reflektif. Selepas istirahat pertama, kegiatan berlanjut dengan permainan mencari tanda tangan Guru, staff serta karyawan yang ada di GIBS.