News of Himmah Program

Our Latest News of Himmah Program 2018

mari jaga lingkungan tempat tinggal kita

mari jaga lingkungan tempat tinggal kita

Dalam surat al-Baqarah ayat 30, Allah menyebutkan bahwa salah satu tujuan penciptaan manusia di muka bumi adalah menjadi seorang Khalifah (wakil Tuhan di muka bumi). Salah satu tugas utama manusia adalah memakmurkan bumi ini dengan memanfaatkan berbagai macam potensinya untuk kebaikan dan kesejahteraan sesama (Manusia, hewan dan tumbuhan). Dan alam ini diciptakan Allah agar bisa ditundukkan oleh manusia sehingga pemanfaatannya bisa lebih maksimal (al-Jatsiyah : 13). Akan tetapi di tempat lain, Allah telah memberikan peringatan tentang kerusakan alam dikarenakan ulah tangan-tangan manusia yang memanfaatkannya secara berlebihan dan sewenang-wenang (ar-Rum : 41). Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa tugas manusia terhadap alam ini adalah menmanfaatkannya, merawatnya dan mewariskannya ke generasi selanjutnya; kalau tidak bisa lebih baik dari sekarang, paling tidak bisa sebaik keadaan sekarang.

Hal ini perlu diketahui setiap anak semenjak dini agar mereka sadar akan peran mereka dalam keberlangsungan kehidupan di bumi ini. Diharapkan mereka lebih bisa berinteraksi dengan baik dengan alam sekitar.

Pada hari Sabtu, 7 Juni 2018, GIBS mengundang para aktifis lingkungan hidup yang tergabung dalam komunitas Sahabat Bekantan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya setiap orang merawat lingkungan dengan tindakan sekecil apapun. GIBS sangat beruntung dikarenakan Sahabat Bekantan pada minggu-minggu ini sedang kedatangan para peneliti lingkungan hidup dari luar negeri tepatnya dari negara Australia. Mereka adalah para mahasiswa dari University of Newcastle yang terdiri dari 20 orang yang khusus datang ke kalimantan dan beberapa daerah lainnya untuk melakukan penelitian tentang lingkungan disini.

Kegiatan dimulai dengan menanam pohon di lingkungan GIBS. Bibit pohon disiapkan oleh Sahabat Bekantan; kemudian para siswa dibantu kaka-mentor dan para aktifis tersebut bersama-sama menanamkan bibit pohon yang sudah dibawa di sekitar lapangan upacara. Para siswa terlihat sangat antusias karena kesempatan seperti itu sangat jarang didapat. Kesempatan untuk melaksanakan aktifitas langsung terhadap lingkungan. Ditambah lagi, mereka melakukannya dengan para pemuda yang sangat menaruh perhatian lebih terhadap kelestarian lingkungan. Lebih-lebih, para aktifis tersebut berasal dari negara besar seperti Australia, dimana anak-anak mencoba keberanian mereka untuk berkomunikasi dengan bahasa asing.

Setelah penanaman pohon, mereka menuju Aula untuk mendengarkan presentasi dari para mahasiswa Inggris tersebut. Tentu saja para anak baru sebagian besar mereka tidak memahami apa yang disampaikan, tetapi hal itu tidak menjadi masalah, karena hal ini bisa menjadi bagian dari pembiasaan mereka mendengarkan seseorang berbicara dengan bahasa Inggris.

Guna memberikan manfaat lebih terhadap anak-anak baru, maka di sesi berikutnya, para mahasiswa asing itu, masing-masing mereka melakukan presentasi kepada kelompok-kelompok kecil yang di lakukan di kelas-kelas. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan tumbuh sikap peduli terhadap lingkungan, bahkan para pemuda dari negara seperti Australia yang pada dasarnya tidak memiliki hutan lebat seperti disini, mereka menaruh perhatian lebih terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Dengan melihat perhatian, semangat dan kesungguhan para aktifis tersebut, anak-anak dapat memikirkan dan berusaha menanamkan dalam diri mereka betapa pentingnya menjaga lingkungan. Dan hal itu juga merupakan tugas utama mereka sebagai khalifah di muka bumi yang akan mewarisi dan mewariskan keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini.

Hari ini merupakan hari yang sangar berkesan bagi anak-anak dan para peneliti muda tersebut; Keduanya sama-sama mendapat pengalaman menarik dan berharga di hari ini.