Hijrah program adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh SMA Global Islamic Boarding School (SMA GIBS) bagi siswa kelas XI.  Hijrah program memiliki tujuan untuk mempersiapkan siswa agar memiliki  wawasan global dari segi bahasa, budaya, gaya hidup, ilmu dan tekhnologi yang bermanfaat bagi kehidupan siswa di masa mendatang. Program yang sudah diselenggarakan sejak 2014 ini diharapkan banyak memberikan efek perubahan dalam diri siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hijrah program tahun 2017 diikuti oleh 101 siswa dengan dua pilihan destinasi yaitu Turkey-Umroh dan Malaysia-Singapura. Sebelum berangkat ke destinasi pilihan, seluruh siswa mengikuti serangkaian kegiatan bersama TIM ESQ 165 di Jakarta. Pada sesi bersama TIM ESQ 165, seluruh siswa mendapatkan pembekalan melalui seminar motivasi, presentasi ESQ Business School, dan tes minat bakat.

Sesampai di Malaysia, seluruh siswa yang memilih destinasi Malaysia-Singapura diajak mengunjungi Putrajaya. Putrajaya adalah pusat administrasi Malaysia yang baru menggantikan posisi Kuala Lumpur. Putrajaya dibangun dengan filosofi Human to Human, Human to Nature serta Human to God. Filosofi Human to Human terlihat jelas dari bangunan yang ada di Putrajaya, bukan hanya perkantoran tetapi juga dibangunnya perumahan bagi pegawai negeri dengan faslitas yang baik. Hal ini sangat memudahkan akses para pegawai untuk sampai tepat waktu ke tempat kerja. Filosofi kedua yaitu Human to Nature, dimana konsep pembangunan Putrajaya didasari atas pelestarian lingkungan sehingga membuat wilayah ini terlihat hijau dan asri serta jauh dari kata gersang. Filosofi yang ketiga yaitu Human to God, sebagai negara dengan mayoritas agama islam maka dibangunlah masjid yang mampu menampung hingga 15.000 jamaah. Sebagai warga dunia maka para siswa banyak mengambil pelajaran mengenai tatanan ibu kota pemerintahan yang sukses diterapkan pemerintah Malaysia dalam pembangunan Putrajaya.

Setelah tour Putrajaya, seluruh siswa diajak mengunjungi Negeri Sembilan. Negeri Sembilan adalah salah satu Negara bagian yang berada dalam wilayah pemerintahan Malaysia. Negeri Sembilan pada awalnya merupakan sembilan buah kerajaan kecil yang diperintah oleh orang Minangkabau. Selama ratusan tahun Negeri Sembilan berada di bawah kendali Kerajaan Minangkabau. Sampai saat ini, walaupun Kerajaan Minangkabau tidak lagi memiliki otoritas atas Negeri Sembilan, tetapi hubungan antara pembesar negeri tersebut dengan pewaris tahta Kerajaan Minangkabau tetap terjalin dengan baik. Hal ini terbukti masih ada acara saling mengunjungi antara dua pihak seperti saat penobatan raja. Menilik sejarah Negeri Sembilan yang banyak memberikan pengetahuan kepada para siswa bagaimana tonggak sejarah kehebatan kerajaan besar seperti Kerajaaan Minangkabau dimasa lampau. Dari pengetahuan tersebut para siswa bisa mengetahui dan memahami betapa pentingnya kisah-kisah peradaban di masa lalu sehingga mereka bisa tahu asal usul suatu bangsa, budaya dan agamanya. Dari sejarah, siswa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan sekarang dan masa mendatang.

Kunjungan berikutnya diantaranya adalah Yacult Factory dan Masjid Negara. Saat berkunjung ke Yakult Factory para siswa diajak melihat sejarah dibangunnya usaha tersebut sampai akhirnya perusahaan tersebut mampu membuka cabang-cabang usahanya di berbagai negara. Para siswa juga diajak melihat proses produksi sehingga mereka banyak memperoleh pengetahuan bagaimana memproduksi makanan dan minuman  yang aman, bermutu dan layak konsumsi. Masjid negara sendiri merupakan Masjid Nasional Malaysia yang berada di Kuala Lumpur. Pembangunan Masjid Negara ini melambangkan semangat perpaduan dan toleransi. Masjid Negara dirancang oleh orang Melayu dan Inggris, dibangun oleh keturunan Cina dan India serta dibiayai oleh sumbangan masyarakat Islam, Kristiani, Buddha dan Hindu. Dari sejarah pembangunan Masjid Negara ini, para siswa diberikan pemahaman mendasar makna dari toleransi antara berbagai suku dan agama. Siswa juga memperoleh pengetahuan untuk merefleksikan kemajuan budaya dan kehidupan berdemokrasi.

Berikutnya selama sebelas hari para siswa tinggal dan belajar di UKM (University Kebangsaan Malaysia). UKM merupakan salah satu universitas di Malaysia yang menerima status Universitas Riset yang telah berhasil menarik mahasiswa dari seluruh dunia dan focus pada kualitas penelitian dan publikasi. Para siswa secara terjadwal berkunjung kebeberapa tempat yang ada di UKM, diantaranya: Fakulti Pengajian Islam, Fakulti Sains dan Tekhnologi, Pusat Siswazah, Fakulti Seni, Pusat Permata Pintar UKM. Pusat Permata Pintar merupakan program khusus yang diadakan oleh pemerintah Malaysia dalam membina siswa pintar dan berbakat di Malaysia. Dalam hal ini UKM mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Malaysia dalam menjalankan program tersebut. Selama di Permata Pintar, siswa dari SMA GIBS mendapatkan kesempatan istimewa untuk belajar Astronomi dari pakar Astronomi Dunia, Sam Gibbs. Sam Gibbs merupakan astronomer dari Australia dan sudah menekuni bidang Astronomi selama 40 tahun lamanya.

Setelah mengunjungi berbagai tempat di Malaysia, para siswa kemudian berangkat menuju Singapura. Selama di Singapura, para siswa diajak kebeberapa tempat diantaranya National Library Of Singapore, Sentosa Island, Merlion Park, Marina Bay, China Town dan Bugis Street. Saat berkunjung ke National Library Of Singapore para siswa diberi kesempatan untuk memilih dan membaca banyak buku-buku terbaik dari berbagai belahan dunia. Tempat ini banyak digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat Singapura dari mulai yang masih kecil sampai mereka yang sudah berusia senja. Bagi warga Singapura, pengetahuan telah menjadi titik tolak kesuksesan dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Selain terkenal maju dalam bidang pengetahuan, Singapura juga terkenal andal dalam mengelola perekonomian. Pembangunan banyak tempat wisata menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi negara Singapura. Seluruh tempat wisata di Singapura terbukti berhasil menggerakan perekonomian dan menghasilkan nilai tambah yang menguntungkan bagi perekonomian Singapura.

Hijrah program dengan destinasi Malaysia dan Singapura telah banyak membuka pikiran dan khasanah pengetahuan dengan harapan para siswa ini memperoleh bekal untuk perjalanan kehidupan mereka selanjutnya sebagai warga dunia yang kompetitif dan berdaya saing global. GIBS Sukses!!!