Kalimantan boleh berbangga, SMA Global Islamic Boarding School (SMA GIBS) sebuah sekolah yang dimiliki oleh putra asli Kalimantan  Bapak H. Abdussamad Sulaiman H.B. yang juga seorang pengusaha Nasional ini, diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, D.E.A. pada hari Sabtu tanggal 9 Februari 2013 yang lalu.

Dari Banua untuk Dunia itulah tagline yang diusung SMA GIBS. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Hasnur Centre ini, bertekad melahirkan pemimpin masa depan dari bumi Kalimantan . Hal ini ternyata sejalan apa yang disampaikan oleh Mendikbud dalam sambutannya.

“Pada 30 tahun ke depan, generasi muda yang tumbuh pada era saat inilah yang akan membawa bangsa Indonesia menuju era keemasannya, sehingga bila sampai pemimpin saat ini salah menyikapi dan mengelola sumber daya manusia muda yang ada, maka bisa dibayangkan bagaimana Indonesia ke depan” kata M. Nuh.

SMA GIBS yang terletak tidak jauh dari pusat kota Banjarmasin atau tepatnya di Jalan Trans Kalimantan, Sungai Lumbah, Barito Kuala Kalimantan Selatan ini menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama dalam proses pendidikannya. Alasan dan tujuan pemilihan konsep boarding school antara lain agar peserta didik lebih fokus dalam menimba ilmu, memiliki keleluasaan waktu dalam belajar, beribadah dan berprestasi, dan yang paling penting adalah, mereka akan terhindar dari infiltrasi budaya luar yang destruktif seperti narkoba, pergaulan bebas dan tawuran pelajar.

Kurikulum yang digunakan SMA GIBS sepenuhnya mengacu kepada kurikulum Nasional namun terus mengikuti dinamika perkembangan pendidikan secara global/internasional. Siswa SMA GIBS diarahkan untuk mengembangkan intelektualnya sehingga terlahir pribadi yang rasional, objektif dan kritis. Di SMA GIBS, siswa juga diarahkan untuk mengembangkan wawasan keagamaan yang luas, terbuka dan dapat mengimplementasikan ajaran lslam dalam kehidupan sehari-hari serta memberi warna dalam semua aspek kehidupan.

Sebagai bagian dari warga dunia, siswa SMA GIBS harus langsung berinteraksi dengan dunia luar, hal ini diwujudkan melalui hijrah program. Hijrah program ini meliputi program homestay di luar negeri dan umroh selama 1,5 – 2 bulan yang akan dilaksanakan ketika mereka berada di tahun kedua pendidikannya. Oleh karenanya, kemampuan berbahasa asing (Inggris dan Arab) adalah sebuah keharusan di SMA GIBS.

Untuk menunjang pendidikan yang berkualitas, SMA GIBS memiliki sarana dan prasarana yang lengkap seperti gedung pendidikan yang terdiri dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, aula, ruang ibadah, administrasi, ruang kesenian; asrama; ruang makan; guest house; klinik; mini market; fasilitas olahraga indoor danoutdoor dan memiliki lingkungan kampus yang asri, hijau, bersih, indah dan  nyaman. SMA GIBS juga didukung oleh tenaga pengajar profesional dan berpengalaman lulusan dalam dan luar negeri.

SMA GIBS memulai pembelajaran semenjak bulan Juli tahun 2012 yang lalu dan saat ini  baru memiliki 2 angkatan yakni kelas X dan kelas XI. Siswa SMA GIBS ini berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Jakarta. Tapi walaupun baru memiliki 2 angkatan, prestasi yang sudah diraih SMA GIBS tidak bisa dibilang sedikit. Siswa/i SMA GIBS yang mengikuti perlombaan-perlombaan baik di tingkat Kabupaten maupun Propinsi berhasil meraih Juara, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya piala dan trophy yang terpajang di SMA GIBS.

“Saat ini masyarakat Kalimantan baik itu Kalsel, Kalteng, dan juga Kaltim tidak perlu repot-repot lagi mengirimkan putra-putrinya ke pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikan. Kami siap memberikan pendidikan yang setara dan mungkin lebih dibanding pendidikan di Jawa, apalagi saat ini akses di tiga propinsi ini sudah sangat mudah.” demikian disampaikan oleh Principal SMA GIBS Hadi Suroso, alumni Universitas Indonesia yang sudah berpengalaman belasan tahun mengajar di sekolah internasional dan boarding di Jakarta.