Batola – Gedung Sport Indoor SMA GIBS yang biasanya digunakan para siswa untuk berolahraga, sore itu Kamis (13/3) terlihat berbeda. Tidak terlihat tiang basket, gawang futsal, ataupun garis-garis lapangan di lantai Indoor. Sore itu, gedung indoor begitu megah, seluruh lantainya dilapisi karpet berwarna biru, sekelilingnya dipasang tirai bernuansa biru dan putih, dan di bagian depan terpasangbackdrop dengan tulisan “PELEPASAN HIJRAH PROGRAM SMA GIBS ANGKATAN PERTAMA,”. Ya, sore itu adalah acara pelepasan siswa kelas XI yang merupakan angkatan pertama SMA GIBS dalam rangka menjalankan kegiatan ibadah Umrah dan edu-visit di Malaysia dan Singapura.
Pada acara pelepasan hijrah program ini, selain dihadiri oleh orang tua dan wali kelas XI, hadir juga pendiri Hasnur Group Bapak H. Abdussamad Sulaiman HB, Ketua Umum Yayasan Hasnur Centre Bapak Letjen (purn) Djamari Chaniago, Ketua Harian Yayasan Hasnur Centre Ibu Nila Susanti Sulaiman, dan jajaran direksi dan pimpinan Hasnur Group serta Yayasan Hasnur Centre. Disamping itu, acara ini juga dihadiri oleh Bupati Barito Kuala Bapak Hasanuddin Murad beserta jajaran Muspida Kabupaten Barito Kuala dan para tamu undangan lainnya.
Principal SMA GIBS Bapak Hadi Suroso dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 95 orang siswa dan sisiwi angkatan pertama beserta beberapa guru pendamping. Mereka akan menjalani ibadah umroh di tanah suci sekaligus mengikuti program home stay atau belajar selama sebulan penuh di Malaysia dan Singapura.
Ketua Umum Yayasan Hasnur Centre Bapak Djamari Chaniago mengatakan siswa-siswi yang mengikuti program ini hendaknya menjiwai secara serius kegiatan ibadah dan berbagai macam pelajaran yang akan diajarkan para mentor di Malaysia.
“Ini bukan ekstrakurikuler, tapi memang bagian dari kurikulum. Jadi harus betul-betul serius diikuti,” pesannya. Beliau juga meminta agar peserta kegiatan ini menjaga kesehatan, kekompakan, dan dapat menjadi duta bangsa di negara lain.
Sementara itu, Bupati Barito Kuala Bapak Hasanuddin Murad merasa sangat bangga dengan keberadaan SMA GIBS di daerahnya. Dengan adanya hijrah program ini, secara tidak langsung para siswa memperkenalkan Barito Kuala kepada masyarakat dunia.
Dalam momen penyerahan bendera merah putih, bendera Yayasan, dan bendera GIBS, Bapak Haji Sulaiman HB berpesan supaya para siswa bisa memanfaatkan program ini untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam rangka meningkatkan kualitas diri. Beliau merasa sangat bangga, sekolah ini kini berkembang sangat menggembirakan.
“Dulu sekolah ini sempat mendapat pandangan miring, karena jauh dari pusat kota dengan sistem pendidikan yang cukup ketat. Namun semua itu terbayar lunas setelah para pengajar dan para siswa bisa membuktikan beragam prestasi,” katanya.
(afr/0314)