Batola – Persiapan Hijrah Program siswa angkatan pertama SMA GIBS yang akan dilaksanakan mulai 14 Maret 2014 terus dimatangkan. Berbagai persiapan dan latihan terus dilakukan secara rutin oleh para siswa di bawah bimbingan guru-guru pendamping. Latihan taria-tarian daerah Kalimantan dan kesenian lainnya seperti musik panting yang akan ditampilkan di Malaysia dan Singapura yang telah dilakukan selama 3 bulan terakhir sudah menampakkan hasil.
Persiapan lain dari rangkaian Hijrah Program kali ini adalah Manasik Umrah. Sabtu 8 Maret yang lalu, seluruh siswa kelas XI dan guru pendamping yang akan berangkat Umrah melakukan manasik di halaman depan SMA GIBS. Di bawah bimbingan para ustadz dan muthowif, seluruh siswa dan guru serius melakukan manasik walaupun cuaca hari itu cukup panas.
Hijrah Program merupakan salah satu pilar pendidikan dari tujuh pilar yang diusung oleh SMA GIBS. Hijrah Program adalah suatu program di mana para siswa kelas XI akan diberangkatkan umrah ke tanah suci dan dilanjutkan dengan program belajar di luar negeri. Untuk Hijrah Program pertama ini, setelah para siswa melaksanakan ibadah umrah, mereka akan belajar di Kuala Lumpur Malaysia dan melakukanedu visit ke Singapura. Di Malaysia mereka akan belajar di International Islamic School (IIS) dan International Islamic University of Malaysia (IIUM). Sedangkan di Singapura mereka akan mengunjungi salah satu sekolah di Singapura yakni Aljunied Islamic School.
Selama melakukan program belajar di Kuala Lumpur dan Singapura, para siswa SMA GIBS juga akan menampilkan berbagai macam kesenian daerah Kalimantan seperti tari radap rahayu, tari japin kuala, tari japin kembang sekaki, tari tarung mandau, tari tabuh tiwah, tari bawi kuwu, tari tambak bajaj, dan tari garantung tatau atau tari gong, tidak lupa musik tradisional khas Banjar yakni musik panting.
“Melalui Hijrah Program ini, para siswa akan memiliki pengalaman spiritual dan wawasan internasional dan tahu bagaimana bergaul dengan warga dunia. Ini akan membangkitkan jiwa nasionalisme dan membentuk pola berpikir global, ini yang kita harapkan dari para siswa SMA GIBS nantinya”. Demikian disampaikan oleh Bapak Hadi Suroso selaku Principal SMA GIBS.

(afr-0314)