Batola – Senin, 3 Februari 2014 adalah hari pertama kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di SMA Global Islamic Boarding School, setelah empat hari kami para siswa mengistirahatkan pikiran dalam jadwal perpulangan bulanan. Suasana terasa berbeda saat pukul 06.30 pagi kami datang ke sekolah. Pagi ini kami akan kedatangan tamu dari PT. Bank Mandiri (PERSERO) Tbk. Acara ini sejatinya adalah hajat milik Hasnur Group, perusahaan yang menaungi SMA GIBS melalui Yayasan Hasnur Centre. Pertemuan ini merupakan kegiatan silaturahmi yang dilakukan oleh pihak Hasnur Group dan pihak PT. Bank Mandiri dalam hal menjalin kerjasama serta  mendukung kelancaran bisnis-bisnis yang tergabung dalam Hasnur Group.
Acara silaturahmi diawali dengan penyambutan rombongan Bank Mandiri dengan tari radap rahayu yang dibawakan oleh beberapa siswi SMA GIBS. Setelah acara silaturahmi yang dihadiri jajaran Hasnur Group mulai dari founder Bpk. H. Abdussamad Sulaiman H.B., Presiden Komisaris Bpk. H. Rachmadi, Presiden Direktur Ibu Jayanti Sari, serta dari pihak Yayasan Hasnur Centre yang dihadiri Ketua Umum Bpk. Letjend. (purn) Djamari Chaniago dengan pihak PT. Bank Mandiri selesai, acara dilanjutkan dengan kuliah umum atau studium general bagi siswa-siswi SMA GIBS yang disampaikan oleh Bapak Sunarso yang merupakan Direktur Commercial dan Bussiness Banking PT. Bank Mandiri (PERSERO) Tbk.
Pada pukul 09.00 WITA, kami seluruh siswa dan siswi SMA GIBS berkumpul di auditorium. Seluruh jajaran direksi dan komisaris Hasnur Group dan pengurus Yayasan Hasnur Centre ikut berkumpul dalam ruangan tersebut. Demikian pula jajaran direksi dari PT. Bank Mandiri (PERSERO) Tbk. Sebelum Bpk. Sunarso memberikan kuliah umumnya, terlebih dahulu pihak SMA GIBS melalui Bpk. DR. Sutrisno, M.Si., selaku direktur menberikan ucapan selamat datang di SMA GIBS dan memaparkan secara singkat mengenai SMA GIBS.
Ketika giliran Bpk. Sunarso, beliau pun mulai bercerita mengenai perjalanan beliau saat pertama kali menginjakkan kaki di IPB tanpa adanya dana yang memadai, bercerita tentang dua orang sahabatnya yang memiliki cita-cita sama tetapi harus terbelit masalah ekonomi serta bagaimana beliau bisa menjadi seorang Bankir padahal sebelumnya beliau adalah orang yang bergerak dalam bidang pertanian. Perjalanan hidup yang sangat menginspirasi dan memberikan motivasi kepada seluruh siswa dan siswi SMA GIBS. Selain itu, beliau juga kembali membuka mata kami untuk melihat apa sebenarnya cita-cita kita, karena sebernarnya cita-cita hadir karena adanya informasi yang kita terima. Itu pula yang menjadi alasan mengapa beliau memutar haluan hidupnya, meninggalkan dunia sayur mayur menuju dunia di mana beliau harus bertemu dengan banyak konglomerat. Satu pesan beliau yang telah menginsprirasi kami adalah terus bersyukur dan bersyukur.