DSC04013 “Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.”
Seno Gumira Ajidarma

Menghadapi perkembangan di berbagai aspek kehidupan di dunia yang sangat cepat, dinamis dan terus mengalami perubahan dan perbaikan, pendidikan yang memegang peran penting sebagai pendamping bagi generasi sekarang yang dengan cepat mengakses segala informasi melalui melalui media internet. Pendidikan sendiri bukan lagi menjadi produk yang menjadi tanggung jawab utama pemerintah. Semua pihak dapat terlibat langsung untuk menjadi sarana perkembangan pendidikan bagi sumber daya manusia Indonesia, tak terkecuali untuk GIBS. Sebagai lembaga yang menyediakan jasa pendidikan bagi masyarakat, GIBS tentu tidak tidak menutup mata dan telinga dalam menghadapi perubahan di zaman sekarang.

GIBS berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia yang memiliki kualitas global. GIBS tak hentinya mengadakan program serta menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perkembangan siswa-siswinya.

Yang sebentar lagi akan terselenggara adalah Workshop Menulis untuk seluruh siswa GIBS yang akan diselenggarakan dari tanggal 9 sampai dengan 13 Juni 2017. Para siswa GIBS akan dimanjakan oleh metode yang menarik. Event yang menonjolkan praktek langsung membimbing siswa langkah demi langkah untuk memulai membuat tulisannya.

Dalam workshop menulis yang diselenggarakan oleh GIBS ini terdapat empat narasumber/pemateri tingkat nasional dari bidang berbeda, pemateri-pemateri ini adalah: Nuril Muhammad Zidni Amin di bidang non fiksi, Rezky Firmansyah di bidang fiksi, Rudy Aulia yang ahli di bidang non fiksi-sosial dan M. Andi Hakim Assidqi di bidang ilmiah. Dimulai dengan general session di hari pertama. Rencananya event ini akan dilanjutkan untuk berfokus pada workshop kelas-kelas per bidang yang dikuasai oleh pembicara.

Lewat workshop ini tentu diharapkan agar siswa-siswi GIBS dapat mengisi waktu Ramadannya dengan hal yang berkualitas dan menambah wawasan serta membuat mereka menjadi lebih kritis untuk mengungkapkan segala sesuatu lewat tulisan dan mereka menjadi terbiasa untuk mengabadikan pengalamannya di lapangan dalam bentuk artikel, opini atau bahkan buku yang bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerhati pendidikan. Mengingat dengan cara menulis, kita dapat senantiasa berkomunikasi dengan khalayak dalam gagasan yang bisa berasal dari pengalaman empirik, otoritas, hobi dan pengalaman referensial.

Harus disadari juga bahwa menulis bukan merupakan kegiatan sambilan, menulis adalah kegiatan yang ampuh untuk menunjukkan keberadaan kita dan cara untuk membuat sang penulis menjadi “abadi”. Setelah kegiatan ini, kedepannya diharapkan siswa-siswi GIBS akan tergugah hatinya untuk berkarya dan menyadari bahwa belajar serta menunjukkan kreatifitas bukan hanya ada di dalam kelas formal, tetapi dari pengalaman pun kita dapat belajar tentang hal-hal yang positif,  inspiratif dan menunjukkan kreatifitas. Sehingga siswa-siswi pun dapat semakin terbuka dan jujur dalam menyampaikan apa yang ingin ditulis. Karena semakin jujur dan terbuka sebuah tulisan, semakin nikmat juga untuk dibaca. (HUMAS GIBS)