Bang Kent, Sosok Kreatif Global Islamic Boarding School yang Ternyata Penyandang Autisme
Jika berkunjung ke Global Islamic Boarding School (GIBS), coba intip pelan-pelan perpustakaan yang ada di sana. Dari macam-macam koleksi yang terlihat, ada empat buku berilustrasi yang terdapat di rak kaca di tengah-tengah perpustakaan. Rak kaca itu adalah wadah dari banyaknya koleksi karya civitas academica GIBS, empat buku berilustrasi tersebut adalah buku-buku yang diproduksi dengan ilustrasi dari seorang penyandang autisme berbakat, Kent Rangga Ramadhan.
Kent Rangga Ramadhan atau yang akrab disapa Bang Kent merupakan siswa SMA Global Islamic Boarding School yang berbakat dalam menggambar. Meskipun dikenal sebagai seseorang yang berkondisi “spesial”, yaitu gangguan spektrum autisme, fokusnya pada menggambar adalah salah satu yang terbaik di GIBS. Gangguan spektrum autisme yang mengganggu perkembangan saraf biasanya dapat mengakibatkan anak kesulitan berkomunikasi, berinteraksi, serta berperilaku, bahkan sulit untuk mengekspresikan diri. Akan tetapi, menggambar merupakan salah satu bentuk ekspresi diri yang dikeluarkan oleh siswa kelahiran Sampit, Kalimantan Tengah ini.
Setelah pertama kali melihat Bang Kent menggambar, pihak sekolah memutuskan untuk terus mendampingi siswa yang saat ini sudah memasuki kelas X SMA GIBS ini. “Gambarnya orisinal dan unik. Oleh karena itu, tugas sekolah adalah untuk tetap membuatnya berkembang dan tidak menyia-nyiakan bakatnya,” kata Muhammad Rijali Riyadi yang merupakan Deputy Director in Learning of SMP-SMA GIBS.
Rijali menjelaskan bahwa bakat Bang Kent terus diasah setelah pihak sekolah menemukan bakatnya tersebut, hingga ke ranah digital. Tidak hanya itu, gambar-gambar yang dibuat oleh Bang Kent sudah dituangkan melalui berbagai media, seperti kaus. Bahkan pernah ada proyek besar yang dibuat oleh siswa spesial tersebut untuk membuat lukisan besar yang dijadikan sebagai hadiah untuk sekolah saat kelulusan. Lalu, ada juga buku-buku yang diilutrasikan oleh Kent Rangga Ramadhan yang diterbitkan oleh Zukzezexpress, yaitu Coloring Book by Kent, Coloring Book bu Kent: Landscape Edition, Kent’s Flash Card edisi hewan, serta buku cerita bergambar yang bekerja sama dengan Nurul Fatimah Al Zahrah sebagai penulis ceritanya.
Dalam perkembangannya di GIBS, memang Bang Kent saat ini belajar dengan program pendidikan special education services. Akan tetapi, sebagai siswa dengan gangguan spektrum autisme yang memiliki gangguan dalam bersosialisasi dan berinteraksi, pihak sekolah juga menjadwalkan pendidikan reguler untuk Bang Kent untuk belajar bersosialisasi. Ada juga kelas khusus untuk pengembangan pribadinya yang terus difasilitasi, terutama dalam menggambar sehingga lebih berarti dengan membuat buku-buku cerita dan mewarnai yang sekarang telah terbit. Hal itu dikarenakan pengembangan program tidak hanya fokus pada target belajar yang memang wajib, tetapi juga harus mengembangkan minat dan kemampuan sosialnya.
Pada saat ini, Bang Kent terus mengembangkan potensi menggambarnya sehingga tidak lagi memiliki satu model saja. Dia terus mengamati dan memperbarui gaya gambarnya sehingga tidak terpaku dengan satu gaya gambar. Dengan semua hal yang telah dia kembangkan, baik melalui sekolah ataupun pribadi, Bang Kent bercita-cita menjadi animator di masa depan nanti.(Fli)
More News For You
Keseruan GIBS “Marvest” 2026:...
| Administrator
Read More
SOGIBS SUMMIT 2026: Membentuk...
| Administrator
Read More
GIBS “Marvest” 2026: Festival...
| Administrator
Read More