CBP dan SOGIBS Ramaikan Hari Pendidikan dengan Belajar Bersama di SLB Madana Dun Ya
ALALAK, 2/5 - Dalam rangka memeriahkan hari Pendidikan Nasional tahun 2024 , Community Based Project (CBP) dan Student Organization (SOGIBS) SMA GIBS mengadakan Berkunjung dan Belajar Bersama di SLB Madana Dun Ya, di Banjarmasin pada Kamis (21/5/24). Mengangkat tema Empathy in Action, Nurturing Educational Equity” , kegiatan ini bertujuan untuk memahami, mengapresiasi, dan mendukung pendidikan inklusif untuk para siswa GIBS.
Dalam rangkaian kegiatan, para siswa CBP dan SOGIBS merasakan langsung pembelajaran bersama siswa di SLB yang memiliki cara dan kebutuhan yang khusus. Mereka pun juga berinteraksi langsung dengan para siswa berkebutuhan khusus dengan saling belajar bahasa isyarat dan cara khusus lainnya untuk berkomunikasi.
Guru-guru yang turut serta mendampingi yaitu Mr. Arya, Mrs. Yuli, dan mahasiswa magang merdeka di posisi Personal Development, mengakui kegiatan kali ini cukup berbeda dari sebelumnya, sangat menyenangkan dan secara langsung bisa belajar bersama guru-guru yang ada di SLB Madana Dun Ya, Banjarmasin. Tak lupa, mereka juga diajak untuk berkeliling sekolah (school tour) dilanjutkan dengan rangkaian lomba-lomba untuk para siswa, seperti lomba mewarnai dan lomba estafet bola. Dalam lomba mewarnai, para siswa diberikan sketsa gambar yang dibuat oleh salah satu siswa berkebutuhan khusus juga di SMA GIBS.
Dewan guru SLB Madana Dun Ya menuturkan perasaan bangga atas kesempatan bekerja sama dengan CBP dan SOGIBS untuk sama-sama saling belajar dan berbagi pengetahuan dengan siswa tentang penanganan siswa berkebutuhan khusus.
Salah satu siswa yang menjadi panitia, Akmal menyebutkan pengalaman yang didapat sangat berkesan karena dapat berinteraksi secara langsung dengan siswa di sana dan belajar hal-hal baru.
“Mereka itu unik, kami juga diajari bahasa isyarat. Shadow teacher di sana juga membimbing kami dalam menangani berbagai macam siswa dengan kebutuhan khusus,” ungkap Akmal.
Mendapatkan akses dan kualitas pendidikan yang sama, kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan agar membuka pandangan siswa CBP dan SOGIBS untuk berpikir lebih luas, melihat berbagai macam perbedaan yang ada sebagai modal untuk lebih berani dalam menghadapi berbagai tantangan kelak. Tidak merasa takut saat berhadapan dengan orang-orang berkebutuhan khusus, serta memahami beberapa penanganannya yang tepat.
Akmal juga menyebutkan di akhir wawancara, bahwa berita seringkali menyebutkan orang-orang berkebutuhan khusus sering diperlakukan dengan tidak tepat, seperti dikurung bahkan di bully. Ia menuturkan bahwa mereka juga sama seperti kita, namun keterbatasan mereka itu yang menjadi kelebihan yang membuat mereka berbeda dari yang lain. (nuf)
More News For You
GIBS “Marvest” 2026: Festival...
| Administrator
Read More
Pendaftaran Siswa Baru Gelomba...
| Administrator
Read More
Borneo Bound BCGS x GIBS Exper...
| Administrator
Read More