Cleaning Day at GIBS: Wujud Perilaku Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah
ALALAK, 14/2 - Dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih, SMP-SMA GIBS melangsungkan program rutin Cleaning Day di sekolah pada Rabu (14/02/2024). Dari siswa SMP sampai siswa SMA beserta dewan guru turut serta dalam program ini. Sebagaimana yang diketahui, Cleaning Day merupakan salah satu program rutin sekolah sebagai bentuk serta menyukseskan program Adiwiyata sekolah. Para siswa yang turut serta dengan membersihkan daerah kelas terlebih dahulu.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembenahan area hijau di sekitar sekolah, mulai dari menyapu halaman, area masjid, merapikan taman sekolah, dan lapangan. Tidak lupa tujuan dari kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan fisik sekolah, tetapi juga agar dapat menanamkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebagai wujud perilaku peduli dan berbudaya lingkungan hidup sekolah, GIBS juga menyelenggarakan projek-projek daur ulang sampah yang dialihfungsikan menjadi barang yang lebih bermanfaat. Seperti pemanfaatan kotak untuk organizer barang, pemanfaatan botol sebagai media tanam kangkung, dan masih banyak lagi. Di samping itu, siswa lain juga ikut budidaya maggot yang menjadi pengurai limbah organik seperti bangkai hewan dan sisa-sisa tumbuhan. Siswa terlihat antusias dengan menyentuh secara langsung larva yang terlihat menakutkan namun memiliki peran penting itu.
Selain di sekolah, Community Based Project (CBP) organisasi yang bergerak di bidang sosial di GIBS juga turut serta dalam menginisiasi program-program peduli lingkungan. Sebut saja program peduli desa yang diadakan setiap bulan di desa Handil Pinang, Alalak. Kegiatan ini terbuka untuk para siswa dan guru yang ingin ikut berkontribusi sebagai relawan secara langsung.
Cleaning Day menjadi momen yang tepat untuk edukasi lingkungan. Para siswa juga diajarkan untuk menjaga pentingnya kebersihan lingkungan, dari cara mengelola sampah yang benar, dan menjaga alam dengan melakukan daur ulang sampah. Harapannya, kegiatan ini dapat mendukung program Adiwiyata Sekolah yang membangun kesadaran warga sekolah untuk menjadi agen perubahan yang memiliki perilaku peduli lingkungan. Maka dari itu, perlu juga adanya edukasi dan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah. Kader-kader juga perlu ditunjuk agar dapat menjadi contoh nyata bagaimana seharusnya menjaga lingkungan dengan baik. Sehingga nantinya, keterampilan dan perilaku peduli lingkungan ini dapat diterapkan siswa tidak hanya di dalam lingkungan sekolah. Namun juga dapat diterapkan di luar lingkungan sekolah kelak. (nuf)
Dokumentasi:
More News For You
GIBS “Marvest” 2026: Festival...
| Administrator
Read More
Pendaftaran Siswa Baru Gelomba...
| Administrator
Read More
Borneo Bound BCGS x GIBS Exper...
| Administrator
Read More