Student Camp GIBS 2024: Menginap dan Belajar Satu Malam di Rumah Warga.
ALALAK, 10/2 - Community Based Project (CBP) kembali mengadakan suatu program bersama siswi SMA GIBS kelas 10 yang bersifat sosial pada Jumat, 9 Februari 2024 di siang hari sampai pagi Sabtu, 10 Februari 2024. Program ini bernama Student Camp, atau secara sederhana dapat dikatakan dengan menginap dan belajar beradaptasi di lingkungan luar GIBS. Panitia yang bertanggung jawab atas program ini adalah semua anggota CBP yang berada di bangku kelas 11. Mereka mencari rumah yang sebelumnya sudah dipertanyakan dan telah bersedia untuk dihuni oleh siswi kelas 10 SMA GIBS, lalu membagi-bagi nama mereka dalam beberapa kelompok beserta rumahnya. Mereka semua disambut dengan sangat hangat dan ramah.
Lokasi yang digunakan kali ini adalah Desa Sungai Pitung, dengan serangkaian acara bersama warga-warga disana. Kegiatan dimulai dari makan siang dan malam bersama, nonton bersama anak-anak kecil, senam pagi hingga mengikuti kajian Isra Mi’raj bersama orang tua angkat. Ada juga perlombaan yang diadakan untuk anak-anak di Desa Sungai Pitung tersebut.
Student Camp yang diadakan dan dilaksanakan bersama siswa-siswi SMP-SMA GIBS ini bertujuan untuk membangun empati terhadap sesama. Student Camp juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan rasa solidaritas, serta mendorong pengembangan karakter positif pada generasi muda. Dari program ini, CBP berkomitmen untuk membangun generasi “Change Makers” yang memiliki kesadaran sosial dan empati terhadap sesama.
Jadwal Student Camp antara siswa laki-laki dan perempuan pun berbeda, dengan lokasi yang berbeda pula. Student Camp untuk siswa laki-laki diadakan pada Jumat, 23 Februari 2024 hingga Sabtu, 24 Februari 2024, yang berlokasi di desa Handil Pandan, Alalak, Kalimantan Selatan.
Sumber: Dokumentasi CBP
Ibu Basriah, salah satu warga yang rumahnya bersedia untuk menampung siswi Student Camp, berkata bahwa ini baru pertama kalinya rumahnya dipilih. “Kalau tahun kemarin itu, rumahnya yang di depan-depan aja, nggak yang masuk ke dalam gang kayak rumah ibu ini. Kemarin juga ada banyak lomba-lomba, itu suami saya menang juara 3 badminton,” ungkap Ibu Basriah sembari tertawa.
Sumber: Dokumentasi CBP
Keseruan melihat kebiasaan warga ketika mandi pun tak terlewatkan. Ada kebiasaan yang masih sama seperti dulu, seperti mandi dengan berenang di sungai, mencuci piring dengan air sungai yang mengalir, juga WC yang masih berupa jamban. Siswa-siswi diharapkan mampu bertahan dengan setiap kondisi rumah yang diberikan dan belajar menghargai satu sama lain. Siswa-siswi juga membantu orang tua angkat masing-masing dalam memasak untuk makan malam dan juga sarapan. (Keisha)
More News For You
GIBS “Marvest” 2026: Festival...
| Administrator
Read More
Pendaftaran Siswa Baru Gelomba...
| Administrator
Read More
Borneo Bound BCGS x GIBS Exper...
| Administrator
Read More